Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Palopo Gelar Pelatihan Jurnalistik, Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

koordinator divisi hpph
koordinator divisi hpph
PALOPO - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar pelatihan jurnalistik. Kegiatan itu dilaksanakan demi meningkatkan keterbukaan informasi publik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (17/9/2025) pagi, di Kantor Bawaslu yang berada di jalan Pemuda II, Kelurahan Tatkalala Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo. Pelatihan ini diikuti oleh para staf Bawaslu Palopo dan satu orang peserta eksternal dari Indeks Media. Dalam sambutannya Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HP2H), Ardiansah, mengatakan bahwa, pelatihan tersebut sebagai upaya memperkuat keterbukaan informasi publik. "Kegiatan ini kita adakan guna untuk memperkuat keterbukaan informasi publik kepada masyarakat," ujarnya. Lebih lanjut, Ardiansah menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengetahui berbagai aktivitas yang dilakukan Bawaslu Kota Palopo di luar masa tahapan Pemilu maupun Pilkada. "Nantinya kalau informasi yang kita pelajari dari pelatihan ini setelah dipublis di media, orang akan lebih banyak tau bahwa Bawaslu itu tetap bekerja di luar masa tahapan," katanya. Sementara itu, Koordinator Sekretariat Bawaslu Palopo, Ikhsan, berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat Dan lebih memahami lagi bagi para staf dalam menyusun artikel jurnalistik yang nantinya akan dipublikasikan pada platform media Bawaslu Kota Palopo, "Kita harapkan dari pemaparan materi narasumber teman-teman menyimak dengan baik dan itu nanti kita akan implementasikan dalam publikasi di media Bawaslu Kota Palopo," harapnya. Sebagai narasumber, Kontributor Indeks Media Arzad, menekankan pentingnya pemahaman dasar dalam menyusun berita. "Kunci dari suksesnya sebuah berita yang baik adalah penggunaan kata baku, penerapan 5W+1H, serta pola piramida terbalik agar informasi mudah dipahami pembaca," jelasnya. Arzad juga mengajak peserta agar memperbanyak referensi dari media nasional dalam meningkatkan keterampilan menulis. "Membaca berita dari media besar seperti detikcom, kompas.com, atau Tribun Timur akan sangat membantu memperkaya gaya penulisan kita," ungkapnya. Lebih jauh, Arzad berharap pelatihan ini dapat menjadi momentum bagi staf Bawaslu untuk semakin percaya diri dalam mengelola informasi public, Serta lebih matang lagi dalam penulisan berita. "Bawaslu butuh publikasi yang sederhana tapi berbobot. Dengan keterampilan menulis, informasi penting bisa sampai ke masyarakat secara cepat, tepat, dan terpercaya," pungkasnya.