Bawaslu Kota Palopo Raih Capaian 100 Persen dalam Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P)
|
Palopo-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Palopo telah menunjukkan kinerja yang baik melalui program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI. Seluruh peserta asal Kota Palopo berhasil menyelesaikan rangkaian pelatihan dengan capaian 100 persen.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HP2H) Bawaslu Kota Palopo, Ardiansah Indra Panca Putra, mengungkapkan bahwa terdapat 40 peserta dari Kota Palopo yang mengikuti seluruh tahapan pelatihan, mulai dari sesi pembelajaran hingga penyelesaian tugas akhir yang diberikan oleh penyelenggara.
“Berdasarkan hasil yang kami terima, peserta dari Kota Palopo telah mengikuti semua tahapan dengan baik, sehingga hasil penilaian menunjukkan capaian memuaskan sebesar 100 persen,” jelas Ardiansah.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan partisipasi aktif.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menjelaskan bahwa Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) dibentuk pada tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan penyelenggara pemilu maupun pemilihan. P2P menjadi salah satu program prioritas nasional dalam mendorong partisipasi publik yang lebih luas dan berkelanjutan.
Bagja menyebutkan bahwa program P2P telah berhasil dilaksanakan secara luring dan daring di seluruh Indonesia. Pelaksanaan P2P luring mencapai 100 persen dengan penyelenggaraan di 13 provinsi sejak Juli hingga September 2025, yang melibatkan 1.248 peserta. Sementara itu, pelatihan secara daring berhasil diikuti oleh lebih dari 15.350 peserta.
Keberhasilan program P2P mendapat apresiasi langsung dari Komisi II DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bawaslu terkait evaluasi dan proyeksi program kerja, yang digelar di Jakarta pada 24 November 2025.
Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, menilai bahwa Bawaslu telah berhasil memperluas keterlibatan masyarakat dalam mengawasi tahapan pemilu.
Pengawasan partisipatif merupakan fondasi penting untuk memastikan pemilu tetap menjadi milik rakyat,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, turut menambahkan bahwa penguatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan akan memberikan optimisme terhadap peningkatan kualitas demokrasi.
Pengawasan partisipatif adalah hal yang memberi optimisme bahwa pemilu ke depan semakin berintegritas dan berkualitas,” tuturnya.
Capaian 100 persen peserta P2P Kota Palopo menunjukkan komitmen kuat masyarakat dalam berperan aktif menjaga integritas penyelenggaraan pemilu. Bawaslu Kota Palopo berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi perluasan gerakan pengawasan partisipatif di masa mendatang.
Penulis dan foto : Bawaslu palopo
Editor :Humas Bawaslu Palopo